- RMI – The Indonesian Institute for Forest and Environment
RMI OFFICE; Phone : +62-251-8311097; 8320253; Fax. +62-251-8320253, ========>>> Email : rmibogor@indo.net.id

GreenCamp 2014: Tidak Rela Bila Negeriku Berantakan

Kembali RMI menggelar GreenCamp untuk anak-remaja usia 14-18 tahun. Belum lepas ingatan ketika menggelar GreenCamp tahun 2011 lalu di Kampung Ciwaluh-Desa Watesjaya, kaki Gunung Gede-Pangrango. More »

Kuliah Singkat RMI, 7 Nopember 2014

Hukum Atas Tanah dan Pengelolaan Lahan Masyarakat Adat Kasepuhan dan Pergulatan Dalam Mendapatkan Haknya More »

Aktivitas ‘Cisadane River Watch’ SMPN 13 Bogor

Kali keempat, kami (Rahma dan Mahmud/RMI) datang ke SMPN 13 Bogor pada 4 November 2014. Walaupun pada kali ini tidak banyak siswa yang berkumpul, dikarenakan kelas IX (sembilan) sudah mulai bimbingan belajar untuk persiapan UN More »

RAPAT KERJA SATUAN ADAT BANTEN KIDUL (SABAKI)

Pada tanggal 5 – 7 Desember 2014 diadakan Rapat Kerja (Raker) Satuan Adat Banten Kidul (SABAKI) di Rangkasbitung. “Menuju Terwujudnya Kedaulatan Masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam” More »

Serunya Diskusi dengan BARET dan KETAPANG di Nanggung !

n1Berkumpul dan ngobrol bersama anak-anak dan remaja seakan tidak ada habisnya. Walaupun hari sudah menjelang senja, tetap saja terasa serunya diskusi di kediaman Pak Wardi (Kampung Dukuh Kawung, Desa Nanggung) pada 3 Desember 2014. Selain tim RMI, sore itu kebetulan ada Bert (SEA Regional tdhG) dan Roosa (tdhG Indonesia) yang ingin mengetahui kegiatan BARET dan KETAPANG. More »

 

Wujudkan Tata Kelola Agraria yang Berkeadilan Jender

RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment, bekerjasama dengan International Land Coalition dan Global Land Tool Network mengadakan pelatihan “Tata Kelola Agraria dan Sumberdaya Alam yang Berkeadilan Jender”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Februari-3 Maret 2015 ini dikhususkan bagi para community organizer perempuan. 13 peserta pelatihan berasal dari berbagai organisasi, dari berbagai daerah, diantaranya Palu, Lombok, Blitar, Jember, Pangandaran, Ciamis, Bogor, Bengkulu dan Padang.

Ratnasari, koordinator kegiatan, menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bahwa dalam pengelolaan sumber daya alam dan tata kelola agraria yang berkeadilan jender, merupakan suatu hal yang penting karena baik perempuan maupun laki-laki berperan dan mengalami dampak dari suatu keputusan terkait pengelolaan sumberdaya alam. Hal ini membuat perspektif dari perempuan maupun laki-laki perlu dimasukkan dalam tata kelola agraria dan sumberdaya alam.

Materi “Jender dan Agama”, yang disampaikan oleh Iklilah Muzayyanah, menjelaskan bagaimana agama (dalam penjelasan ini menggunakan agama islam sebagai contoh) telah menempatkan perempuan dan laki-laki dengan setara. “Dalam Islam, untuk menjadi pemimpin, syaratnya ada dua. Tanggung Jawab dan mampu. Baik perempuan atau laki-laki, saat sudah memenuhi dua syarat tersebut, bisa jadi pemimpin”, Iklilah memberikan contoh bagaimana islam menempatkan posisi yang setara antara perempuan dan laki-laki.

Wujudkan Tata Kelola Agraria yang Berkeadilan Jender

RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment, bekerjasama dengan International Land Coalition dan Global Land Tool Network mengadakan pelatihan “Tata Kelola Agraria dan Sumberdaya Alam yang Berkeadilan Jender”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 Februari-3 Maret 2015 ini dikhususkan bagi para community organizer perempuan. 13 peserta pelatihan berasal dari berbagai organisasi, dari berbagai daerah, diantaranya Palu, Lombok, Blitar, Jember, Pangandaran, Ciamis, Bogor, Bengkulu dan Padang.

Ratnasari, koordinator kegiatan, menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bahwa dalam pengelolaan sumber daya alam dan tata kelola agraria yang berkeadilan jender, merupakan suatu hal yang penting karena baik perempuan maupun laki-laki berperan dan mengalami dampak dari suatu keputusan terkait pengelolaan sumberdaya alam. Hal ini membuat perspektif dari perempuan maupun laki-laki perlu dimasukkan dalam tata kelola agraria dan sumberdaya alam.

Materi “Jender dan Agama”, yang disampaikan oleh Iklilah Muzayyanah, menjelaskan bagaimana agama (dalam penjelasan ini menggunakan agama islam sebagai contoh) telah menempatkan perempuan dan laki-laki dengan setara. “Dalam Islam, untuk menjadi pemimpin, syaratnya ada dua. Tanggung Jawab dan mampu. Baik perempuan atau laki-laki, saat sudah memenuhi dua syarat tersebut, bisa jadi pemimpin”, Iklilah memberikan contoh bagaimana islam menempatkan posisi yang setara antara perempuan dan laki-laki.

SEKOLAH PENGGERAK MASYARAKAT DI KIARASARI

Kali ketiga Sekolah Penggerak Masyarakat (SPM) diadakan pada 4 – 6 Februari 2015. Giliran Desa Kiarasari yang menjadi tuan rumah SPM bertema “Memperkuat Peran Penggerak Masyarakat Dalam Mendorong Perjuangan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Hak Asasi Manusia”. Ada 25 peserta yang hadir, perwakilan dari Desa Nanggung, Cirompang, Wanasari, Mekarsari dan  Nyungcung.

“Bagi warga Kiarasari, kearifan lokal yang biasa dilakukan orang tua dulu selalu dijaga dan dipakai dalam kegiatan sehari-hari, contohnya ada pamali berupa omongan untuk pantangan terhadap sesuatu” kata Bapak Nurodin, Kepala Desa Kiarasari dalam sambutannya.

You might also likeclose
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
You might also likeclose