- RMI – The Indonesian Institute for Forest and Environment
RMI OFFICE; Phone : +62-251-8311097; 8320253; Fax. +62-251-8320253, ========>>> Email : rmibogor@indo.net.id

Perjuangan Petani Nanggung Untuk Mendapatkan Ruang Kelola

Rabu (20 Nop 2013) ratusan petani yang tergabung dalam AMANAT melakukan aksi menghadang pihak PT. Hevindo (PT. Hevea Indonesia) yang berencana akan menanami kelapa sawit di lahan garapan masyarakat yang berlokasi di Kp. Rancagenggong, Ds. Nanggung, Kab. Bogor, Jawa Barat. More »

Kuliah Singkat RMI, 7 April 2014

Kuliah Singkat RMI bulan April ini membahas tentang tambang emas rakyat. Seperti diketahui bahwa tambang emas rakyat (PESK/Penambangan Emas Skala Kecil) begitu marak di kawasan Halimun Salak. More »

Suarakan Aspirasi Untuk Kota Bogor

Hari lingkungan hidup se-Dunia merupakan salah satu instrumen yang digunakan oleh PBB untuk meningkatkan kesadaran, mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia dalam isu lingkungan. More »

Konsolidasi Satuan Adat Kasepuhan Banten Kidul Wilayah Lebak Selatan

“Kami ieu mung suku sambu badan derma“ (Kami hanya menjalankan apa yang diperintahkan para Leluhur untuk berjuang dan melestarikan adat), demikian ujar Wikanta selaku ketua panitia Konsolidasi Satuan Adat Kasepuhan Banten Kidul (SABAKI) wilayah Lebak Kidul Kabupaten Lebak Propinsi Banten. More »

Sejak minggu (20/4) hingga kamis (24/4) sekitar lima ratus warga Bogor terlibat dalam kegiatan peringatan hari bumi. Dengan tema “Bogor Speaks; Suarakan Aspirasi untuk Bogor”, ratusan warga tersebut menyampaikan aspirasi, harapan dan ide kreatifnya untuk kota Bogor yang lebih ramah. More »

 

Riungan Kasepuhan Banten Kidul Ka-10 di Kasepuhan Cisungsang

_MG_7712 (FILEminimizer)Jumat 19 September 2014 digelar Riungan Kasepuhan Banten Kidul Ka-10 yang dihadiri sekitar 300 orang dan para sesepuh (olot) dari 43 kasepuhan. Acara ini dihadiri juga oleh Ibu Bupati Kabupaten Lebak, staf ahli Gubernur Banten, Pimpinan DPR Kabupaten Lebak, Sekretaris Daerah, dan Kepala SKPD Kabupaten Lebak. Setelah acara pembukaan dengan sambutan dari Bapak Sukanta (Ketua Panitia), Abah Usep (Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang), Abah Ugis (Ketua SABAKI), dan acara dibuka secara resmi oleh Ibu Iti Oktavia (Bupati Kabupaten Lebak).

Acara dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan beberapa narasumber yakni Drs.H.Suma Wijaya (Pemprop Banten), Drs.Faruk Haryono (Pemkab Lebak), Mumu Muhajir (Epistema), Rahma dan Idham Arsyad (HuMa). Bapak Suma Wijaya menyatakan bahwa UUD 45 mengakui hukum adat (Pasal 18B), maka masyarakat adat Kasepuhan harus tetap menjaga identitasnya khususnya bertani; seperti filosofi “boga nanaon ge ari teu boga parema mah teu bisa sare (punya apapun kalau tidak punya padi/beras menyebabkan tidak bisa tidur)”. Hal lainnya sejak tahun 2007 hingga saat ini Pemprop Banten sedang merencanakan pemekaran daerah otonom baru yakni Kabupaten Cilangkahan meliputi Kecamatan Bayah, Malimping, Banjarsari, Cibeber, Wanasalam, Panggarangan, Cijaku, Citorek, Cigemlong, dan Cihara. Bapak Haryono (Pemkab Lebak) menambahkan bahwa pemekaran diusulkan karena wilayah Kabupaten Lebak sangat luas sehingga diharapkan akan memudahkan dalam urusan pelayanan untuk masyarakat.

ECR Dalam Perspektif oleh Anak Cerita dari Kelompok Anak di Bogor dan Medan

Istilah Ecological Child Rights (ECR) – hak anak atas keadaan lingkungan (yang sehat  dan aman), sebagai turunan dari hak anak nyaris tidak dikenal di masyarakat di Indonesia. Istilah ini merupakan istilah baru yang menerangkan adanya keterhubungan antara lingkungan tempat anak beraktifitas dengan proses tumbuh kembang anak, dan diperkenalkan pertama kali pada tahun 1999 oleh National Coalition for the Implementation of Children’s Rights di Jerman. Terminologi kata ecological dan environmental sampai saat ini masih digunakan bersama-sama untuk menjelaskan hubungan di atas, namun dalam tulisan ini kata ecological-lah yang digunakan oleh penulis.

Keterhubungan antara perlindungan lingkungan dan hak asasi manusia serta hak generasi yang akan datang sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang baru (1). Pada konferensi lingkungan internasional pertama PBB di Stockholm (1972) hal tersebut dinyatakan pada Prinsip I deklarasi final:

“Man has the fundamental right to freedom, equality and adequate conditions of life, in an environment of a quality that permits a life of dignity and well-being, and he bears a solemn responsibility to protect and improve the environment for present and future generations.”

MEMBANGUN GERAKAN PERJUANGAN PETANI NANGGUNG

Konsolidasi Aksi Petani NanggungBerbagai hiruk pikuk suasana demokrasi menjelang Pilpres 2014 terus bergema, terkadang suasananya memekakkan telinga, bahkan menyentuh rasa. Hampir seluruh media baik cetak, elektronik maupun media sosial selalu menayangkan berbagai menu poltik dagang sapi yang hadir menurut berbagai persepsi mereka, kebenaran seakan menjadi suram terkubur oleh keegoisan kepentingan yang nyata.

Ditengah hiruk pikuk kebisingan politik, nan jauh di sudut desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdapat tangan-tangan kreatif dan ramah yang selalu mengukir keseimbangan alam agar menemukan kedamaian. Situasi tersebut tercermin dalam diskusi dan obrolan yang sederhana, ringan tapi mengandung makna mendalam, sehingga topiknya selalu menyentuh sendi-sendi kearifan lokal yang mereka pertahankan demi kedamaian bumi pertiwi ini.

You might also likeclose
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
You might also likeclose