RMI OFFICE; Phone : +62-251-8311097; 8320253; Fax. +62-251-8320253

Perjuangan Petani Nanggung Untuk Mendapatkan Ruang Kelola

Rabu (20 Nop 2013) ratusan petani yang tergabung dalam AMANAT melakukan aksi menghadang pihak PT. Hevindo (PT. Hevea Indonesia) yang berencana akan menanami kelapa sawit di lahan garapan masyarakat yang berlokasi di Kp. Rancagenggong, Ds. Nanggung, Kab. Bogor, Jawa Barat. More »

Kuliah Singkat RMI, 27 Februari 2014

Bertempat di kantor baru RMI (Perumahan Bogor Baru Blok C1 / 12 A), Kuliah Singkat edisi bulan Februari 2014 membahas tentang “Model Pembayaran/Imbal Jasa Lingkungan Air”. More »

Riset Aksi Agraria, Riset Yang Mengubah Catatan Lokakarya Hasil Riset Aksi di Semarang pada 10 - 12 Desember 2013

“Riset aksi merupakan sebuah metode penelitian partisipatori yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan praktis atau pengetahuan yang memecahkan persoalan sosial untuk terwujudnya kehidupan yang lebih baik. Sehingga melalui riset aksi ini peneliti dan subjek penelitian secara bersama merumuskan permasalahan, teori, dan tindakan praktis (aksi)”. More »

Yogyakarta, 07 Desember 2013

Salah satu film doku-drama yang dibuat oleh kelompok anak muda hulu DAS Cisadane didukung oleh mentor dari bidang perfilman dan RMI ditampilkan dalam Jogja-Netpac Asia Film Festival. \\\\\\\"Suara Hulu Cisadane\\\\\\\" merupakan satu-satunya film yang ditampilkan dalam festival tersebut yang bukan berasal dari komunitas film. More »

 

World Water Day 2014

Bogor – Yangon – Osnabrueck  “Water and Energy = Air + Pemuda”

Hiruk pikuk peringatan hari-hari besar selalu menggairahkan. Semua orang, dan juga komunitas atau pun institusi, berlomba menciptakan seremonial dengan begitu apik. Kreatifitas dan inovasi disajikan dalam beragai ragam. Pun peringatan hari – hari besar lingkungan. Di saat kondisi daya alam hanya dipandang sebagai sumberdaya (dan sehingga dianggap boleh dieksploitasi), dan akibatnya dampak buruk perubahan lingkungan menjadi semakin terasa oleh manusia, momen peringatan hari besar lingkungan hidup menjadi begitu meriah. Untuk mengingatkan, bahwa manusia adalah bagian dari alam. Kerusakan alam berarti bencana bagi kita juga.

RMI sebagai institusi yang bergerak dalam lingkup lingkungan hidup, turut serta menggunakan momen ini untuk menyampaikan pesan.  Dalam beragam bentuk, pesan yang kami sampaikan:“Keadilan Tanpa Batas”.

Kuliah Singkat RMI Periode April 2014 ‘Mencari Alternatif Solusi Pengelolaan Tambang Emas Rakyat’

Kuliah Singkat RMI bulan April ini membahas tentang tambang emas rakyat. Seperti diketahui bahwa tambang emas rakyat (PESK/Penambangan Emas Skala Kecil) begitu marak di kawasan Halimun Salak. Bahan yang digunakan oleh penambang untuk mengolah emas adalah merkuri dan cyanida. Untuk membahas tentang dampak merkuri dan cyanida serta alternatif solusinya, Rini Sulaiman dari US Forest Service dan Advisory Board Yayasan Tambuhak Sinta, sebagai narasumber. Acara ini dilakukan pada hari Senin tanggal 7 April 2014 di kantor RMI. Peserta diskusi selain tim internal RMI, juga ada perwakilan Dewan Pengurus RMI dan TNGHS Seksi Bogor.   

Rini Sulaiman menjelaskan bahwa merkuri (Hg) yang 13.6 x lebih berat dari air, umum digunakan sebagai bahan amalgam gigi, lampu, termometer, preservatif cairan lensa kontak dan digunakan juga di krematorium rumah sakit. Merkuri dijual bebas di pasaran bahkan melalui internet pun bisa dibeli. Daya ikat merkuri pada emas 40-50%. Paparan merkuri pada umumnya dari emisi uap merkuri yang terbentuk dari pembakaran amalgam[1]; ini akan melekat di badan (lengket) dan ketika dihirup merkuri diserap paru-paru dan disebarkan oleh aliran darah ke berbagai organ (otak dan ginjal yang paling tinggi konsentrasinya). Merkuri sangat berbahaya terutama bagi perempuan hamil dan anak-anak, tersalur dari ibu ke janin dalam kandungan melalui plasenta. Merkuri juga terakumulasi dalam badan ikan predator (makin besar ikan predator, konsentrasi merkuri makin banyak).

Kuliah Singkat Periode Maret 2014

Pada bulan Maret ini, Kuliah Singkat RMI mengambil topik tentang ‘Teknik Penulisan Reportase’. Kuliah Singkat ini diselenggarakan di kantor RMI (Bogor Baru Blok C1/12A) pada tanggal 24 Maret 2014. Menurut rencana seharusnya ada dua orang narasumber, sayangnya Bapak Eka Budianta (sastrawan, kolumnis Trubus, penggerak lingkungan) berhalangan hadir maka pada sesi ini hanya ada satu orang narasumber yakni Mas Ignatius Herjanjam (wartawan Suara Pembaruan dan pelatih jurnalistik di sekolah). Selain tim internal RMI, hadir juga teman-teman jaringan seperti dari Yayasan Kehati, JKPP dan relawan.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA